Tag Archives: stress

UJIAN ALA SMADA

TInggal 3 hari lagi semenjak tulisan ini di posting, siswa siswi smada akan menempuh tahap pengujian diri at UJIAN AKHIR SEMESTER I.Siapkah diri Anda teman-teman sekalian ???

Mendengar berita dari rekan-rekan di gammabunta, sepertinya posisi duduk ulangan akan diacak dan digabung dengan kakak kelas dan adik kelas.Senang kah atau tidak ? Ada personil gammabunta yang bilang masih 50% : 50%.Senangnya kalo satu ruangan dengan kakak kelas yang satu jurusan, tidak senangnya kalo satu ruangan dengan adik kelas yang pastinya bakal tanya macam-macam ke kakak kelas dan juga satu ruangan dengan kakak kelas yang berbeda jurusan.Ah tidak, bagaimana rekan-rekan ku sekalian…khusus gammabunta???

lebih baik kita lakukan saja ritual di rumah Lynneta Cicillia Saconk untuk merenggangkan otot (STRAIN) agar tidak tegang saat ulangan (STRESS)

Modulus Young Yunior = Stress / Strain

Iklan

B1 -> F1 -> C1

Asal muasal negara demokratis FISIKA yang terletak di B1 (sebelah koperasi) adalah tempat terasyik dan terheboh yang pernah ada.Karena ruangan yang seperti gudang itu dapat disihir dengan kedipan mata oleh Mr. Hilkya yang di setiap sudut ruangan itu dipenuhi oleh wajah-wajah fenomenal yang membuat perubahan modernisasi global dunia, yaitu ilmuwan fisika.Kami menjadi semangat belajar disitu karena suasana yang seperti dikelilingi oleh para ilmuwan untuk menyaksikan kami dalam proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).Semua keramaian mulai PIZZA, G-EXIDA, AXIAGA, El FOSFOR, dan GAMMABUNTA tertanam di situ, mulai dari adanya lawakan dari Mr Hilkya, saat-saat tegang (stress), de el el.Namun suatu hari B1 bermigrasi ke F1 karena adanya kegiatan belajar metode jigsaw yang diterapkan oleh Mr. Mardiyanta (pegawai LPMP) kepada semua kelas, termasuk Gammabunta.Padahal kami baru merasakan kenikmatan B1 hanya sekitar 2-3 bulan.Kenapa bermigrasi ke F1?? Karena disitu digunakan kursi sekaligus meja (seperti yang dipakai mahasiswa di kampus) yang mudah dipindahkan ke mana-mana.Ruang ini juga merupakan ruang asyik yang heboh dan mentep.Tapi terkadang ruangan ini menjadi ‘pasar iwak’, jika tetangga sebelah ribut (karena tidak ada guru) ATAU juga kami sendiri yang berjualan ‘iwak’ disitu karena tidak ada gurunya.Kira-kira hampir sebulan lebih kami berada di F1.Tak lama kemudian bermigrasi lagi ke ruang yang ada di sebelah koperasi (Ruang B1 dulu), tetapi dengan nama C1.Hal ini dilakukan agar ruang kelas tidak dipakai acak-acakan, misalnya ruang matematika di gunakan untuk ruangan sejarah.Maka berakhirlah kebersamaan FISIKA di C1 hingga hari ini (10/11 2008).

Baca lebih lanjut

KERINGAT MENDAPATKAN DUIT

Dari sekian banyak orang akan selalu berusaha untuk mendapatkan yang terbaik, dan pastinya uang lah yang menjadi tujuan utama agar prestise seseorang melonjak drastis terhadap pandangan orang lain.itu hanya pembuka untuk cerita bagaimana tentang Kelas XII di SMADA Pahandut yang sebentar lagi akan membuka pintu untuk melihat pengawas yang akan mengawasi mereka saat ujian kelulusan.Dilihat dari komposisi kelas XII tahun ajaran 08/09 ini, sepertinya persentase kelulusan tahun ini akan meningkat dari angkatan sebelumnya.Karena saya lihat kerjasama antar teman, belajar tambahan, dan ‘tutor sebaya’ akan membawa mereka menuju kesuksesan.Dilihat dari jurus IPA, IPS, dan BAHASA sepertinya semuanya sibuk dengan BELAJAR TAMBAHAN hingga sore hari (sekitar pukul 15.00 WIB).Tapi, apakah sebenarnya itu merupakan jalan terbaik untuk mereka?? Mungkin, Iya : Tidak = 50% : 50%… karena tidak semua siswa mampu bertahan untuk menerima masukan pelajaran sekitar 6 jam lebih.Kapasitas tampungan otak dan kemampuan menyerap pelajaran juga berbeda.Jika saya diperbolehkan memberi masukan, lebih baik belajar tambahan bagi kelas XII itu hanya 3 kali dalam seminggu (misalnya Senin, Rabu, Jumat) dan sisanya (Selasa, Kamis, Sabtu) digunakan untuk refreshing mereka, misalnya seperti olahraga, main game, atau semacamnya.Jika ini disalahkan dan juga kerena alasan ‘ujian sudah dekat’, maka itu adalah kesalahan siswa yang menganggap remeh pelajaran saat kelas X dan XI.Mungkin mereka menganggap pelajaran kelas X dan XI itu hanya dasar-dasar yang nantinya akan dipelajari lagi di kelas XII, sehingga buku-buku kelas X dan XI dijadikan ‘bungkus kacang’.Itu pemikiran salah dari mereka, jika diibaratkan… Kelas X itu cover dari sebuah buku dan kelas XI itu adalah kelanjutan isi dari cover tersebut dan kelas XII adalah penutup buku berupa kesimpulan dari apa yang didapat dari isi, termasuk juga cover yang jadi penentu topik yang diceritakan.Jadi berhati-hatilah para pembelajar di kelas X dan XI yang masih berumur panjang di SMADA Pahandut, jangan grasak-grusuk saat hanya sudah mau ujian, ‘grasak-grusuk lah di saat masih jauh dari grasak-grusuk saat hampir menempuh cobaan’
Jadi untuk para siswa SMADA Pahandut secara umumya dan gammabunta secara khususnya, bagaimana opini anda terhadap sistem seperti ini?? Bagaimana cara yang baik menurut Anda??

gedung kelas XII